Kamis, 18 Oktober 2012

Gilang

Sunday, October 7 2012 00:07 WIB
Entah ini yang ke berapa kalinya aku merasakan sebagai obyek permainan dalam urusan asmara. Aku lelah. Kenapa harus aku orangnya? Kenapa harus aku lagi orangnya? Kenapa nggak yang lain aja?
Aku nggak ngerti apa mau mereka. Apa yang mereka cari dari aku?
Aku tau, aku nggak sempurna. Aku nggak kayak cewek-cewek lainnya. Apa itu alasan kenapa mereka s
emua memperlakukan aku seperti ini? Seolah-olah aku memang nggak pantas untuk dicintai? Huh???
Seperti inikah? Seperti inikah jalan hidupku? Ya Tuhan… Aku benar-benar lelah dengan semua ini. Terhitung sudah berapa kali aku mengalami sakitnya dikhianati dalam urusan cinta. Semua itu terjadi semenjak hubunganku berakhir dengan Al--. Yup!!! Semenjak itu, aku ngerasa semuanya hancur. Aku ngerasa kalau aku nggak pantas buat disayang, dicintai, dan dipertahanin oleh seorang cowok yang aku cintai.
GILANG. Kali ini aku akan bercerita tentang Gilang. Cowok yg aku kenal sejak KKM, September 2012 silam. Gilang, orang yang aku kira dia nggak mungkin kayak cowok-cowok kota lainnya, yang bersikap playboy dan selalu ngasih harapan palsu ke cewek-cewek. Ternyata Gilang sama aja. Diam-diam menghanyutkan. Mungkin, julukan itu pas diberikan buat Gilang.
Gilang. Nggak tau kenapa, tiap kali dia menyuruhku untuk melakukan ibadah, dengan senang hati aku menurutinya. Dengan senang hati aku langsung melaksanakannya. Seperti ada 1000 bahkan lebih energi yang masuk kedalam tubuhku ketika Gilang menyuruhku untuk melakukan ibadah. Aku bahagia. Mungkin dia orangnya. Mungkin dia orang yang selama ini aku cari. Mungkin dia orang yang tepat untuk aku. Tapi………, itu semua salah. Lagi-lagi aku salah dugaan.
Malam ini, semuanya sudah terbukti. Seharusnya aku sudah menyadarinya dari awal. Bahwa, ketika aku dan Gilang duduk dikelas E dan bertemu dengan orang-orang baru, aku harus siap kalau suatu saat nanti Gilang akan menaruh hati kepada salah satu cewek yang ada dikelas E. aku harus siap dengan itu semua. Kemumgkinan besar itu akan terjadi. Dan…..?? Lets see it. True!
Aku memang seperti ini orangnya. Nggak mau nunggu terlalu lama. Karena menurutku, menunggu terlalu lama itu pasti ada apa-apanya. Pasti ada sesuatu hal yang mesti dan patut dicurigai. Karena kalau aku dan dia sudah sama-sama suka, kenapa dia nggak mengutarakannya juga? Apa yang ditunggu? Apa dia ragu? Apa karena ada cewek lain? Aku selalu berfikiran seperti itu. Walaupun aku tau, berfikiran seperti itu hanya akan membuatku tersiksa. Seperti malam ini. Sangat teramat tersiksa.
Aku memang seperti ini orangnya. Selalu mempercayai omongan dari orang lain, yang belum tentu kebenarannya. Tapi nggak tau kenapa, aku selalu meyakini omongan-omongan yang belum tentu kebenarannya itu. Dan pasti, omongan-omongan itu selalu menjadi fakta. Memang, apapun yang kita yakini itu pasti akan menjadi sebuah kebenaran. Sudah sering aku mengalami kejadian ini. Tapi, kenapa aku nggak bisa peka dan tetap saja merasa sakit yang luar biasa setiap mengalami kejadian seperti ini? Seharusnya aku lebih bisa belajar dari kesalahan. Tapi…..yang terjadi sekarang malah lagi-lagi aku terpuruk dan sulit untuk bangkit kembali. Seperti ada barang berat yang menahannya pada hatiku.
Rasanya, aku ingin sekali mengucapkan selamat kepada Gilang dan ----- kalau memang mereka jadian. Ingin sekali aku mengucapkannya kepada Gilang. Walaupun itu pasti akan terasa menyakitkan, tapi aku ingin sekali melakukannya.
Gilang, terima kasih banyak buat semuanya. Semoga kelak, kamu bisa bersatu dengan ----- ya? Semoga kelak kalian bisa awet dan langgeng. Amin :”)
Maaf, aku udah jadi orang yang pengecut. Maaf, aku nggak bisa ngutarain kalau sebenernya aku suka sama kamu, Gilang… Maaf.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar